
Akhirnya setelah sekian lama kangen akan game rpg berkualitas, game yang not-so-hyped buatan kali pertama developer CD PROJECKT RED ini berhasil memuaskan saya.
The Witcher bercerita mengenai Geralt, seorang mutan pemburu monster profesional yang baru saja bangkit dari kubur dan mengalami amnesia. Amnesia? Setelah memainkan KOTOR anda pasti familiar dengan cara developer memasukkan amnesia kedalam cerita sebagai alasan pengembangan karakter dan skill yang dialami sang tokoh utama.Geralt nantinya berusaha untuk membuka misteri mengenai dirinya sendiri dan organisasi “salamandra” yang diburunya.
Visual
Aurora Engine yang digunakan untuk membuat seri Neverwinter Nights digunakan untuk menampilkan visual yang cukup indah pada game ini. Skin manusia, terutama Geralt dan beberapa karakter utama memiliki skin yang cukup meyakinkan. Realistis, bahkan karakter-karakter cewek dibuat cukup seksi sehingga membuat anda tidak yakin game ini dibuat engine yang sama dengan Neverwinter Nights pertama (yup, pertama).Gedung-gedung kumuh terlihat benar-benar kumuh. Efek cahaya matahari terlihat indah, walaupun pada beberapa level awal lingkungan yang ada masih terlihat kosong. Tapi… tunggu sampai anda berada di Market district, gedung-gedung indah, tekstur nan solid akan menghiasi layar monitor anda.
Kelemahan utama visual The Witcher terletak pada skin NPC yang berulang-ulang. Dunia the Witcher memang dipenuhi oleh banyak NPC yang tampangnya sama, sehingga banyak sekali muka “familiar” didalam game ini. Parahnya, beberapa NPC yang penting juga memiliki muka “sama” dengan NPC standar lain. Kelemahan lain adalah saat Geralt berbicara dengan NPC, animasinya terlihat dangkal dan kaku, padahal Geral memiliki gerakan yang fantastis ketika bertarung. Satu kelemahan lagi adalah requirement yang dirasa terlalu berlebihan, the Witcher membutuhkan memori sistem min 2GB untuk menjalankannya dengan lancar. Walaupun tidak butuh VGA yang berotot, ia rakus akan memori sistem.
Score: 7.5/10
Audio
Kualitas suara yang ada dalam The Witcher cukup baik. Hewan-hewan kecil memiliki suara yang detil. Anehnya, suara Geralt sang tokoh utama malah kurang sesuai. Terlalu memaksa dan agak kaku. Terlepas dari itu semua, secara keselurahan voice acting karakter lainnya cukup baik.The Witcher juga memiliki musik yang baik, bernuansa epic yang menjadi standar game-game next gen belakangan ini.
Score: 8.0/10
Gameplay
Anda hanya bisa memilih Geralt, mutan ahli pedang berambut putih sebagai avatar anda. “Experience” diperoleh Geralt dengan menyelesaikan quest dan bertarung. Apa yang Geralt lakukan sekarang, membawa efek pada quest dan cerita selanjutnya. Apabila anda memutuskan untuk membunuh seseorang, mengambil jalur tertentu, bicara kepada NPC, anda harus siap untuk mempertanggungjawabkan apa yang anda lakukan. Menurut saya sistem seperti ini bahkan lebih superior dibandingakan sistem moralnya KOTOR (Knights of The Old Republic. Pengembangan status diberikan kepada tiga kategori: Status, Sign (seperti Magic pada game lain) dan gaya bertarung. Nantinya Geralt akan mendapatkan dua jenis pedang: Steel efektif untuk melawan manusia dan Silver untuk membasmi monster dengan lebih cepat. Tiap-tiap jenis pedang memiliki 3 gaya, Group untuk musuh lemah yang menyerang berkelompok, strong untuk lawan yang mengandalkan power dan fast untuk mengimbangi kecepatan lawan.
Bertarung tidak hanya button mashing saudara saudara! Untuk memberikan peyegaran, CD Project membuat sistem combat berbasis timing, sehingga pada saat hendak melakukan pukulan lanjutan anda harus mengklik Mouse 1 untuk melanjutkan serangan awal tadi (Chain attack)
Potion juga harus dibuat untuk dipakai. Dengan skill alchemy yang dimiliki, Geralt harus menemukan resep, mencari bahan dan meraciknya untuk potion yang akan digunakan. Potion tidak dijual dipasar. Whew!
NPC juga memiliki aktivitas, memiliki keseharian, jika NPC tertentu siang berada di toko untuk bekerja maka malam iya mungkin berada di pub dan tidur pada tegah malam. Siklus siang malam juga mempengaruhi kemunculan monster-monster dalam dunia the Witcher. Adanya 3 ending, jalur cerita yang bercabang membuat anda ingin untuk memainkan the Witcher sekali lagi.
Score: 9/10
Overall
The Witcher merupakan game RPG dengan nuansa gelap, yup, dengan tingkatan kekerasan, nudity, tema ras, dan segala macam sumpah serapah menunjukkan bahwa game ini khusus untuk dewasa. Tampilan yang baik, musik yang indah, gameplay adiktif dan cerita memikat membuat The Witcher, seperti kata Geralt…. Abso-fuckin-lutely Beautiful!
Score: 8.4 (bukan rata-rata)
Minimum requirements:
Microsoft® Windows® XP Service Pack 2, Vista (Operating System must be up to date with the latest fixes)
Intel Pentium 4 2.4GHz or AMD Athlon 64 +2800
1 GB RAM for Microsoft® Windows® XP / 1536 MB for Microsoft® Windows® Vista
128 MB Video RAM or greater with DirectX9 Vertex Shader/ Pixel Shader 2.0 support (NVIDIA GeForce 6600 or ATI Radeon 9800 or better)
8.5 GB available hard drive space
DirectX 9.0c compliant soundcard, plus speakers or headphones
DVD-Rom
Cecilz said,
April 1, 2008 at 6:38 pm
Wuah, tulisanmu bagus! Enak gt.dbaca.. Hehe, aq ga komen t2g gameny, soale ga bs dimaenin di pc ku
Smtara ini aq ga komentar yg jelek2 hwehehe.. Smgt ya dok! (Kodok maksudnya wakakaka)
Kupanggil kodok aja yo skrg
dafit_oke said,
April 2, 2008 at 1:07 pm
pangeran kodok dok dok dok …. boleh juga niy tulisanmu. bisa juga ya bikin review. hebat hebat …. lanjutkan perjuanganmu. game-game buat cewek juga dunks …. hehehehe
aa_dym said,
April 4, 2008 at 7:53 am
keren mas reviewnya…request game2 turn based strategy yg mantabs yak mas,,tengkyu